3 Pengurus Masjid di Yogyakarta Jadi Wisudawan Terbaik di UPNVY

3 Pengurus Masjid di Yogyakarta Jadi Wisudawan Terbaik di UPNVY

3 Pengurus Masjid di Yogyakarta Jadi Wisudawan Terbaik di UPNVY

3 Pengurus Masjid di Yogyakarta Jadi Wisudawan Terbaik di UPNVY
3 Pengurus Masjid di Yogyakarta Jadi Wisudawan Terbaik di UPNVY

Qoidul Masa’id, Satafa Alfian Najam, dan R. Shochibul Izal, ketiga pengurus masjid ini

berbangga hati usai menjadi wisudawan terbaik di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY). Ketiganya berhasil meraih IPK di atas 3,50 alias lulus dengan pujian (cum laude). Tak sampai di situ, ketiganya juga mendapatkan penghargaan Karya Cendekia dari Rektor UPNVY.

“Penghargaan ini kami berikan setiap periode wisuda kepada wisudawan dari masing-masing prodi

yang memenuhi syarat. Para periode ini ada 10 wisudawan.” Jelas Eko Purnomo, Kabag Akademik UPNVY, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (24/1/2020).
izam.jpeg
R. Shochibul Izal bersama dengan keluarganya saat prosesi wisuda Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY). Foto: dok. Humas UPNVY.
Tidak hanya menjadi pengurus atau takmir masjid, Qoidul Masa’id dan Satafa merupakan marbut atau penjaga masjid.
Sebagai seorang marbut dan mahasiswa, Satafa, berusaha untuk menjalankan tugas keduanya sebaik mungkin. Terbukti, mahasiswa Program Studi Agroteknologi berhasil lulus dengan IPK 3,56.
“Kebetulan saat itu marbut di masjid tempat saya tinggal tidak ada karena sudah lulus kuliah. Karena tidak ada orang saya mau,” cerita Satafa.
satafa.jpeg

Satafa Alfian Najam bersama dengan keluarganya saat prosesi wisuda Universitas Pembangunan Nasional

“Veteran” Yogyakarta (UPNVY). Foto: dok. Humas UPNVY.
Meskipun baru satu bulan menjadi marbut, namun Satafa sudah dipercaya menjadi imam. Selain tugas rutin marbut, ia juga bertanggungjawab untuk mempersiapkan kajian. Menjadi marbut, kata Satafa merupakan salah satu profesi yang mulia karena ia berkesempatan menjadi pelayan tamu-tamu di rumah Allah SWT.
ADVERTISEMENT
“Insya Allah menjadikan hidup lebih bermanfaat untuk umat karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Satafa.
Masa’id mengisahkan awal mula dirinya menjadi marbut saat diterima menjadi mahasiswa baru di UPNVY. Ia mengaku tidak memiliki biaya yang cukup untuk menyewa kamar kost. Beruntung saat itu melalui temannya ia dikenalkan kepada seorang ustadz dan ditawari untuk tinggal di masjid.
“Alhamdulillah saya mendapat tempat tinggal dan lokasi masjid juga tidak jauh dari kampus. Jarak dari masjid ke kampus sekitar 500 meter,” ujar Masa’id.
Setiap harinya, ia harus menjaga kerapian dan kebersihan masjid, mengumandangkan adzan 5 waktu, menjadi imam, khotib cadangan serta mempersiapkan segala hal untuk kegiatan masjid. Sempat suatu ketika ia dimarah warga lantaran lalai mengurus masjid setelah disibukkan dengan tugas kuliah.

 

Baca Juga :