Analisis SWOT Pada Standar Kompetensi Lulusan

Analisis SWOT Pada Standar Kompetensi Lulusan

Dalam PP No. 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa, “Standar kompetensi lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan”.[6]

Menurut Kunandar, “standar kompetensi lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan”.[7]

Menurut kami, standar kompetensi lulusan adalah suatu rumusan kriteria yang harus dicapai peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar mengajar, karena standar kompetensi lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya pada  jenis dan jenjang satuan pendidikan tertentu.

 Pada standar ini, seorang pimpinan sekolah/madrasahbersama komponen lainnya harus mengkaji dengan cermat berbagai faktor yang berpengaruh untuk pencapaian standar kompetensi ini, baik yang berkaitan dengan perangkat keras maupun perangkat lunak, mulai dari standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian, bahkan sampai pada faktor lingkungan di mana sekolah/madrasah itu berada.Sekolah harus memiliki data dan menganalisis prosentasi kelulusan yang masuk di sekolah faforit tingkat kabupaten, kejuaraan akademik dan non akademik tingkat kabupaten/kota, kejuaraan olimpiade tingkat kabupaten/kota, rata-rata UAN-UAS dan lain-lain.Factor-faktor tersebut harus dianalisis apakah kekuatan dan peluangnya,  kelemahan dan tantangan yang akan dihadapi serta langkah strategi apa yang akan ditempuh. Misalnya :

Kekuatan : sekolah/madrasah memiliki standar isi yang memenuhi kriteria standar nasional pendidikan, pendidik dan tanaga kependidikan terpenuhi, sarana dan prasarana tersedia, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian memenuhi standar.

Kelemahan :Minat belajar siswa rendah dan kurang disiplin.

         Peluang : Dengan tersedianya pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, penilaian dan lain-lain, maka kegiatan pembelajaran harus berlangsung secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.

Tantangan :Karena rendahnya minat belajar siswa dan kurang disiplin sehingga sekolah/madrasah tidak dapat bersaing dengan sekolah/madrasah lain disekitarnya sehingga akan menyebabkan  kurangnya  minat masyarakat pada sekolah/madrasah tersebut.

         Langkah strategis : sekolah harus menganalisis mengapa sehingga rendahnya minat belajar siswa, apakah guru menggunakan metode mengajar yang kurang tepat atau situasi yang kurang kondusif atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi siswa kurang aktif dan kurang disiplin. Setelah mengidentifikasi permasalahannya dengan jelas, maka sekolah/madrasah harus mengambil langkah strategis untuk mengatasi kelemahan dan tantangan tersebut.

sumber :

https://www.dosenmatematika.co.id/gb-whatsapp-apk/