Cara Praktis Mengatur Kelembaban pada Tanaman

 Cara Praktis Mengatur Kelembaban pada Tanaman

Pernahkah Anda menjumpai tanaman Anda tiba-tiba ujung daunnya berwarna coklat, mengering, rontok bahkan berakhir dengan kematian.Padahal tanaman Anda berada di dalam ruangan dan tidak ada panas yang berlebihan.Bahkan kondisi ruangannya cukup dingin bagi kulit Anda.

Hal tersebut terjadi karena kodisi kelembaban yang ada dalam ruangan Anda.Selain suhu dan cahaya, kelembaban merupakan salah satu faktor yang penting dalam pertumbuhan tanaman.Kebanyakan tanaman dalam ruangan (indoor plant), terutama yang kondisi aslinya berasal dari hutan tropika basah membutuhkan kelembaban yang cukup dalam pertumbuhannya.Golongan ini misalnya kelompok paku-pakuan, philodendron, monstera dan tanaman hias daun lainnya.

Pada kondisi dalam ruangan kelmbaban udara mudah sekali menurun, apalagi bila ruangan kita ber-AC.Kelembaban yang rendah menyebabkan transpirasi yang tinggi pada tanaman.Gejala yang muncul pada tanaman bila kelembaban terlalu rendah diantaranya terjadinya pencoklatan pada pucuk-pucuk daun, gugur daun, dan pembungaan yang sedikit.

  1. PENUTUP

A.Kesimpulan

  1. Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air.
  2. Kelembaban memiliki Alat Pengukur dan Fungsi masing-masing alat.
  3. Terdapat macam-macam kelembaban yang menjadi faktor penentu kegiatan pertanian.
  4. Kelembaban udara menyebabkan penyakit, dan penyakit dapat tersebar melalui udara.
  5. Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air.
  1. Saran

Kelembaban menjadi faktor penting penentu kegiatan pertanian. Dengan mengetahui kelembaban bisa meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Dengan alat kelembaban kita dapat mengetahui jadwal yang sesuai dan mengetahui waktu yang tepat agat kegiatan pertanian dapat dilakukan dengan baik.

 

Sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/situs-jasa-penulis-artikel/