Contoh Penalaran yang di tuangkan kedalam suatu paragraph

Contoh Penalaran yang di tuangkan kedalam suatu paragraph

Contoh Penalaran yang di tuangkan kedalam suatu paragraph

Contoh Penalaran yang di tuangkan kedalam suatu paragraph
Contoh Penalaran yang di tuangkan kedalam suatu paragraph
1.      Paragraf induktif

Kalimat utama pada paragraph induktif ditempatkan pada akhir paragraph. Dengan demikian, struktur paragraph ini dimulai dengan beberapa kalimat penjelas terlebih dahulu, kemudian mencapai klimaks pada kalimat utamanya. Oleh karena itu, paragraph induktif merupakan paragraph yang penalarannya berawal pada yang khusus atau yag spesifik dan berakhir pada yang umum. Simpulan paragraph induktif selalu bersifat umum. Artinya pernyataan itu selalu meliputi sejumlah besar peristiwa yang khusus. Paragraph induktif sering diperkuat dengan contoh, perincian, penjelasan, pengkhususan ataupun ilustrasi, dan paragraph ini pun cocok sekali untuk mengemukakan suatu argumentasi.

Contoh :

·        DNA (Deoxyribonucleic Acid) disebut juga asam dioksiribonukleat, yaitu asam protein dalam darah yang mengandung informasi tentang sifat dan karakteristik genetis makhluk hidup yang khas dan disamai oleh makhluk lain. Informasi ini terangkum dalam kode genetis berupa ikatan kimiawi. Jadi, DNA dapat digunakan untuk memastikan siapa oran tua dari seorang anak.

Paragraf diatas diawali oleh kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, yaitu penjelas pokok pikiran utama tentang DNA atau asam dioksiribonukleat. Keseluruhan kalimat penjelas ini disimpulkan oleh kalimat utama pada akhir paragraph. Simpulan ini juga ditandai oleh kata jadi. Kalimat utama paragraph diatas adalah “DNA dapat digunakan untuk memastikan siapa orang tua dari seorang anak”.

2.      Paragraph deduktif 

Paragraph deduktif dimulai dari pernyataan yang umum ke yang khusus. Paragraph deduktif menampilkan kalimat utama atau kalimat topic pada awal paragraph, kemudian kalimat utama itu di ikuti oleh kalimat-kalimat lain sebagai pengembangnya. Kalimat-kalimat ini berfungsi mengembangkan atau menjelaskan kalimat utama. Ini merupakan cara yang paling lazim diterapkan dalam karangmengarang karena posisi awal paling menarik perhatian pembaca.

Contoh :
·         Eceng gondok termaksud gulma atau tumbuhan pengganggu. Eceng gondok menyebar dengan cepat lewat angina dan arus bawah air, serta mampu mempercepat penguapan air tenang seperti danau. Perairan yang tumbuhi eceng gondok akan menjadi cepat dangkal, kotor dan lumpur melekat pada akar-akar tumbuhan tersebut akan menggangu lalulintas air.

Kalimat utama pada paragraph diatas terdapat pada awal paragraph, yaitu “Eceng gondok termaksud gulma atau tumbuhan pengganggu.” Kalimat utama terdsebut dikembangkan lagi oleh beberapa kalimat penjelas. Seluruh isi alimat penjelas itu tentu saja harus mendukung pokok pikiran utama.