FAI Gandeng UBSI Bahas Isu-isu Besar Akademisi

FAI Gandeng UBSI Bahas Isu-isu Besar Akademisi

FAI Gandeng UBSI Bahas Isu-isu Besar Akademisi

FAI Gandeng UBSI Bahas Isu-isu Besar Akademisi
FAI Gandeng UBSI Bahas Isu-isu Besar Akademisi

Dalam rangka halalbihalal, Forum Akademisi Indonesia (FAI) bersama U

niversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar acara diskusi bertajuk “Sinergikan Akademi Membangun Negeri” yang diselenggarakan di Hotel Savero, Margonda, Depok, Selasa (25/6/2019).

Ketua Umum FAI, Indra Uno, menegaskan, organisasi yang dipimpinnya ke depan akan tetap mengangkat isu-isu besar serta bersifat strategis, dengan jangkauan jauh ke depan, dan menyangkut kepentingan orang banyak (publik) dengan berbasis kajian akademis.

“Seperti yang sudah dilakukan selama ini, FAI akan fokus membahas dan mencari solusi atas masalah-masalah besar yang menjadi kepentingan atau kekhawatiran publik seperti masalah korupsi, narkoba, dan pengangguran dikalangan usia muda,” kata Indra Uno, dalam keterangan pers yang diterima .com, Rabu (26/6/2019).

FAI sendiri merupakan wadah inspiratif yang bertujuan mensinergikan potensi

para akademisi seluruh Indonesia di manapun berada serta mewujudkan visi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia berprestasi. Deklarasi pembentukan forum tersebut dilakukan pada 23 Mei 2015 di kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Indra Uno menekankan arti pentingnya pendidikan untuk menyiapkan generasi penerus dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks di tengah masih banyaknya permasalahan-permasalahan besar seperti korupsi, narkoba dan pengangguran serta deindustrialisasi yang kian nyata.

“Adapun deindustrialisasi itu sendiri ditandai dengan penurunan aktivitas industri manufaktur yang diukur dari penyerapan lapangan kerja dan penurunan unit usaha dalam jangka panjang. Indikator lain mulai terjadinya deindustrialisasi yaitu makin besarnya industri berbasis sumber daya alam, dan sebaliknya industri yang sejatinya manufaktur justru menjadi makin mengecil,” tambahnya.

Indra Uno juga mengemukakan dukungannya terhadap langkah UBSI

yang menyiapkan generasi muda kreatif dengan konsep pendidikan yang sejatinya menerapkan sistem kurikulum berbasis kompetensi serta link and match (tersambung dan sesuai) dengan dunia usaha (dunia industri).

“Upaya yang dilakukan UBSI selama ini terbukti mampu menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan profesional sesuai kebutuhan di dunia kerja saat ini,” pungkas Indra Uno.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/sejarah-arya-damar/