KALIMAT TUNGGAL (SEDERHANA) DAN KALIMAT MAJEMUK

Kalimat Tunggal

KALIMAT TUNGGAL (SEDERHANA) DAN KALIMAT MAJEMUK

Kalimat Tunggal

berdasarkan jumlah klausanya, kalimat dapat dibedakan menjadi kalimat tunggal dan kalimat majemuk. klausa merpakan satuan bahasa yang setidak-tidaknya mengandung unsur predikat. pada kalimat tunggal dapat ditemukan satu klausa (berarti hanya ada satu predikat). sebaliknya, pada kalimat majemuk dapat ditemukan lebih dari satu klausa.

contoh :

  1. harimau menangkap mangsa
  2. monyet memberi dukungan
  3. harimau menangkap mangsa dan monyet memberi dukungan

kalimat (1) dan (2) adalah kalimat tunggal karena masing-masing terdiri dari satu klausa. kalimat (1) berpredikat mengkap, sedangkat kalimat (2) berpredikat memberi. kalimat (3) sebagai hasil penggabungan kalimat (1) dan (2), adalah kalimat majemuk, karena terdiri dari dua klausa. dalam kalimat majemuk, antara klausa satu dengan klausa lain terdapat hubungan yang bermacam-macam. berdasarkan hubungan antar klausanya, kalimat majemuk dibedakan menjadi dua, yakni (1) kalimat majemuk setara dan (2) kalimat majemuk bertingkat.

  1. kalimat majemuk setara. kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang klausa-klausa anggotanya memiliki hubungan setara (sederajat). hubungan kesetaran itu dapat berupa hubungan penambahan, hubungan perlawanan, dan hubungan pemilihan. contoh : acaranya meriah dan tamunya banyak kalimat tersebut terdiri dari dua klausa, yang dihubungkan dengan kata dan.
  2. kalimat majemuk bertingkat.kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya bertingkat. salah satu klausa menjadi bagian dari klausa yang lain, atau menduduki fungsi tertentu bagi klausa lain. klausa yang lebih tinggi kedudukannya disebut klausa induk (induk kalimat), sedangkan klausa yang lebih rendah kedududukannya, karena hanya menduduki fungsi tertentu bagi klausa induk disebut klausa bawahan (anak kalimat). contoh : hani merayakan ulang tahunnya ketika kami pergi ke subang. hani merayakan ulang tahunnya adalah klausa (1), dan kami pergi ke subang adalah klausa (2) dari contoh kalimat itu dapat kita ketahui bahwa hubungan antara klausa (1) dengan klausa (2) tidak sederajat. klausa (1) mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari klausa (2) karena hanya berfungsi sebagai keterangan waktu bagi klausa (1). bila urutan klausa itu dibalik menjadi ” ketika kami pergi ke subang hani merayakan ulang tahunnya” maka fungsi klausa (2) tetap sebagai keterangan waktu bagi klausa (1).

SUMBER : http://rumusguru.com/