Keadaan Perekonomian yang Stabil

Keadaan Perekonomian yang Sta

Keadaan Perekonomian yang Stabil

Keadaan Perekonomian yang Sta
Keadaan Perekonomian yang Sta

Kestabilan yang diharapkan dalam perekonomian adalah kestabilan dalam hal tingkat pendapatan, kesempatan kerja dan terutama kestabilan pada tingkat harga-harga barang secara umum. Dalam pengertian yang lebih realistis perekonomian yang stabil bukanlah berarti suatu perekonomian yang kondisinya selalu megalami masa-masa booming terus menerus (tidak pernah terjadi penurunan atau peningkatan – kondisi ideal), akan tetapi suatu kondisi yang fluktuasi variabel ekonomi terutama harga-harga komoditi secara umum dan tingkat pendapatan bergerak/berubah dalam kondisi yang wajar. Untuk hal itu perhatikan gambar berikut:

Garis XY adalah kondisi pergerakan dari variabel ekonomi misalnya pendapatan nasional, tingkat harga-harga secara umum, pengangguran, dan lain sebagainya. Sedangkan garis AB adalah kondisi ideal bagi pergerakan variabel yang dimaksud. Garis putus-putus yang membatasi garis X sebelah atas dan Y sebelah bawah adalah garis batas peningkatan atau penurunan yang dapat ditolerir suatu perekonomian.

Perekonomian yang melebihi batas tertinggi (biasanya diukur dengan rumus X + 2a dari GDP) dianggap membahayakan karena terlalu panas yang mana ditunjukkan oleh terlalu tingginya pendapatan nasional disertai tingginya tingkat harga-harga secara umum. Bila ini terjadi maka akan menyebabkan perekonomian biaya tinggi dan akan menggejalanya konsumtifisme dan demonstration effect yang mengarah pada kecemburuan sosial akibat tingginya tingkat pengangguran.

Bila perekonomian berada di bawah batas terendah garis XY (X – 2a), perekonomian akan berjalan dengan sangat lambat bahkan stagnan karena begitu rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan rendahnya tingkat harga sehingga mesin-mesin produksi tidak akan dioptimalkan karena keuntungan yang rendah dan skala investasi yang relatif tinggi.

Pada kondisi ini tingkat pengangguran yang sebenarnya sudah rendah juga akan sia-sia karena tidak ada perusahaan yang mau membayar tenaganya secara layak. Hal ini selain disebabkan oleh rendahnya kapasitas produksi juga karena rendahnya tingkat keuntungan.

Pada umumnya kondisi sebagaimana yang tergambar pada garis AB sangat jarang terjadi, karena beberapa variabel tersebut terkadang saling berpengaruh tapi kadang juga saling asing (artinya penyebab perubahan satu variabel katakanlah pengangguran yang tinggi bukanlah disebabkan oleh rendahnya tingkat pendapatan nasional yang menyebabkan rendahnya tabungan masyarakat dan berujung pangkal pada rendahnya pembukaan kapasitas produksi baru, mungkin juga disebabkan oleh faktor lain misalnya tingkat pendidikan, kesenjangan informasi dan lain-lain).

Yang terpenting adalah bagaimana mempertahankan kondisi agar pergerakan variabel ekonomi tersebut tidak terlalu jauh dari kondisi ideal. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa pergerakan beberapa variabel tersebut mengalami masa turun naik yang masih dalam batas-batas kemampuan ekonomi suatu negara, dengan demikian dapat dikatakan bahwa relatif perekonomian negara yang dimaksud stabil.

Sumber : https://www.quibblo.com/story/DBrj-ERG/Dosenpendidikan-Releases-ABrand-New-Article-onThe-Respiratory-System-of-Different-Animals