Kehidupan Politik, Ekonomi, Social Budaya

2.3 Kehidupan Politik, Ekonomi, Social Budaya

2.3.1 Politik

Kesultanan ini berlangsung selama hampir dua abad, yaitu sejak tahun 1771 hingga tahun 1950. Selama kesultanan ini masih eksis terdapat delapan sultan yang pernah berkuasa. Ketika kesultanan ini berakhir pada tahun 1950, yaitu seiring dengan bergabungnya banyak daerah dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka sistem pemerintahan juga berubah menjadi pemerintahan Kota Pontianak.Pada tahun 1943-1945, pejuang-pejuang di Kalimantan Barat ikut berjuang melawan kolonialisme Jepang di Indonesia, sebagaimana yang dilakukan pejuang-pejuang di Jawa dan Sumatera. Puncaknya, pada tanggal 16 Oktober 1943 terjadi pertemuan rahasia di Gedung Medan Sepakat Pontianak yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dari berabagai golongan. Mereka bersepakat untuk merebut kekuasaan dari pemerintah kolonial Jepang dan mendirikan Negeri Rakyat Kalimantan Barat dengan lengkap 18 menterinya.

2.3.2 Ekonomi

Perdagangan merupakan kegiatan yang menopang kehidupan ekonomi di Kerajaan Pontianak. Kegiatan perdagangan berkembang pesat karena letak Pontianak yang berada di persimpangan 3 sungai. Pontianak juga membuka pelabuhan sebagai tempat interaksi dengan pedagang luar.

Komoditas utamanya antara lain Garam, berlian, emas, lilin, rotan, tengkawang, karet, tepung sagu, gambir, ,pinang, sarang burung, kopra, lada, dan kelapa.Pontianak memiliki hubungan dagang yang luas. Selain dengan VOC, pedagang Pontianak melakukan hubungan dagang dengan pedagang dari berbagai daerah. Kerajaan Pontianak kemudian menerapkan pajak bagi pedagang dari luar daerah yang berdagang di Pontianak. Tidak sedikit dari para pendatang yang kemudian bermukim di Pontianak. Mereka mendirikan perkampungan untuk bermukim sehingga nama-nama perkampungan lebih menunjukkan ciri ras dan etnis.

sumbe r;