Konsep Holisme dan Keperawatan Holistic

Konsep Holisme dan Keperawatan Holistic

Konsep Holisme dan Keperawatan Holistic

Konsep Holisme dan Keperawatan Holistic

Istilah holisme ditemukan oleh jan smuts,seorang negarawan dari Afrika Selatan,dalam bukunya yang berjudul Holisme dan evolution (1926). Smuts membuat teori bahwa alam cenderung menyatukan sesuatu guna membentuk organisme yang utuh dan bahwa factor penentu di alam dan evolusi adalah satu kesatuan,tidak terpisah-pisah. Konsep tersebut semakin diminati pada tahun 1940-an dan 1950-an, saat Dunbar (1945), seorang perintis pengibatan psikomatis, menerbitkan studi menghubungkan stress dan tipe kepribadian dengan penyakit fisik dan Hans Selye(1956) menerbitka teori-teorinya tentang psikofiologi stres. Teoretikus keperawatan Martha Rogers (1970) memperkenalkan filosofinya tentang Ilmu Manusia Sebagai Satu Kesatuan yang Utuh karya penting yang melandasi tahapan teori keperawatan Holistik seperti yang dikemukakan oleh Parse (1981), Nawman (19 86), dan Watson (1988).

Dalam teori holistic, semua organism hidup dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh dan berinteraksi yang lebih dari sekedar jumlah bagian-bagiannya. Menurut pandangan ini , setiap gangguan pada salah satu bagian adalah gangguan pada keseluruhan system ; degan kata lain, gangguan tesebut mempengaruhi makhluk secara utuh. Oleh karena itu perawat harus tetap memandang  makhluk sebagai satu kesatuan saat mengkaji salah satu bagian dari individu dan memerhatikan bagaimana bagian tersebut berhubungan dengan yang lain. Perawat juga harus memerhatikan bagaimana individu tersebut berinteraksi  dan berhubungan dengan lingkungan luar dan orang lain.

Teori holistic menyebutkan bahwa kekuatan alam perlu dijaga seimbang atau selaras guna mempertahankan kesehatan. Kehidupan manusia adalah salah satu aspek alam yang harus selaras dengan bagian alam lain. Ketika keseimbangan atau keselarasan alam terganggu,timbul penyakit. Banyak budaya memegang kepercayaan kesehatan yang holistic selama berabad-abad. Kesehatan holistic, kemudian melibatkan individu yang utuh; keutuhan diri dan keseluruhan kualitas gaya hidup orang tersebut.Layanan kesehatan holistic meliputi pendidikan kesehatan, promosi kesehatan, pemeliharaan kesehatan pencegahan penyakit dan perawtan pemulihan-rehabilitas. Identifikasi kebutuhan pasien,serta rencana, implementasi, dan evaluasi perawatan yang holistik membutuhkan kepekaan terhadap nilai-nilai individu, keluarga, dan budaya. Kotak wawancara pengkajian berisi anjuran pertanyaan yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi tentang pandangan klien terhadap CAM sambil mengumpulakan riwayat kesehatan.

Tujuan keperawatan holistic sebagai mana deskripsi  American Holistic Nurses Association (AHNA) adalah meningkatkan kesembuhan individu yang utuh dari lahir hingga wafat (Frisch,Dossey,Guzzetta & Quinn,2000).perawat holistic mengenali dimensi biopsikososial dan spiritual individu. Mereka juga mnegenali bahwa individu adalah satu kesatuan yang utuh yang hidupnya terkait dengan keluarga, masyarakat, budaya,dan lingkungan. Standard of Holistic Nursing Practice AHNA  berpusat pada lima nilai inti : filosofi dan pendidikan kesehatan holistic ; etika,teori, dan penelitian holistic; perawatan diri perawat yang holistic; komunikasi holistic, lingkungan terapeutik, dan keragaman budaya ; dan proses perawatan holistic (Dossey,Keegaan,dan guzzeta 2000). Dengan demikian CAM hanyalah satu bagian praktik keperawatan holistic.

Praktisi kesehatan holistic berfokus pada pemikiran yang utuh,perpaduan antara proses linear yang diatur oleh hemisfer kiri otak dan proses pemikiran diuditif yang diatur oleh hemisfer kanan. Otak kiri selalu dianggap sebagai hemisfer yang dominan dan dinilai bermanfaat oleh pengongobatan Barat karena mengatur nalar, dan aspek piker verbal, matematis dan berhitung.

  1. Hubungan Terapi Komplementer Dan Holistik

Terapi komplementer telah didefinisikan sebagai teknik pengobatan yang tujuan adalah untuk membangkitkan penyembuhan, dengan mempertimbangkan hubungan tubuh-pikiran-jiwa dari setiap individu (Dossey, 1995). Dalam hal ini ketika perawat akan melakukan terapi komplementer tersebut, perawat harus tetap memandang makhluk (pasien tersebut) sebagai satu kesatuan saat mengkaji salah satu bagian dari individu tersebut ketika berinteraksi dan berhubungan dengan lingkungan luar dan orang lain. Mereka juga (perawat) mengenali bahwa pasien adalah satu kesatuan yang utuh yang hidunya terkait dengan keluarga, masyarakt, budaya dan lingkungan. Sehingga perawat harus mengkaji masalah pasien secara holistik sebelum melakukan terapi komplementer tersebut.

sumber :

Sometimes You Die 1.1 Apk for android