Konsep Penyembuhan

Konsep Penyembuhan

Konsep Penyembuhan

Konsep Penyembuhan

Penyembuhan lebih sulit dipahami dibandingkan patofiologi. Hingga kini, gagasan mengobati, bukan menyembuhkan, memdominasi cara perawatan keehatan Barat, degan penekanan pada teknologi, kekuatan, anlisis, danj perbaikan bagian yang rusak. Memgobati juga menyiratkan bahwa orang yang memberikan pengobatan adalah pihak yang pasif.

–          Era pengobatan menurut Dossey

Dua praktisi terkenal di bidang CAM adalah Lerry dan Barbara Dossey, Larry Dossey, MD, editor eksekutif Alternative Therapies in Health and Medice yang didirikan pada tahun 1995, menggolonkan era pengobatan menjadi tiga era yang berbeda berdasarkan pendekatannya terhadap sehat, sakit, dan penyembuham (Dossey,1993)

Era I adalah masa pengobatan “fisik”, yang dimulai sejak lahir tahun 1980-an dan tetap berpengaruh dan efektif sampai sekarang. Masa ini berfokus pada pengaruh “sesuatu” pada tubuh dan mencakup terapi medis barat, seperti obat-obatan, pembedahan, radiasi, dan lain-lain . Masa I dipandu oleh hukum klasik dan materi dan energi:alam semesta dan tubuh dipandang sebagai mekanisme seperti jam besar yang berfungsi sesuai prinsip penyebab yang menentu.

Era II adalah masa pengobatan “pikiran tubuh”. Yang berlembang pada pertengahan tahun 1950-an dan masih masih berkembang sampai sekarang. Dossey (1993)  menandai pertengahan taghun 1950-an sebagai permulaan pengobatan Era II karena sejak itu, pendekatan pikiran-tubuh pertama kali mulai menyedot perhatian dikalangan peneliti, persepsi,pikiran,emosi, sikap dan citra ditemukan sangat mempengaruhi tubuh  dan diketahui terapeutik dan penting untuk penyembuhan. Terapi pikran-tubuh berfokus pada membantu indivuidu untuk memakai pikirannya guna menyembuhkan tubuhnya sendiri dan mencakup teknik relaksasi, sebafian besar ripe terapi imajinasi, umpan balik hayati,hipnosis, dan konseling.

Era III adalah masa pengobatan “nonlokal” atau “transpersonal”. Dossey membedakan terapi Era III dari terapi Era II sebagai berikut: Terapi Era I Ddan Era II menitikberatkan pada terapi “lokal”. Terapi tersebut memakai kerangka kerja waktu-ruang klasik yang memandang pikiran sebagai titik terlokalisasi dalam ruang (yaitu,otak dan waktu masa sekarang). Sebaliknya, pengobatan pada Era III tidak memandang  “pikiran” atau “kesadaran” terlokalisasi dalam otak individu dan terbatas pada masa sekarang: bahkan era ini mengklaim bahwa pikiran dapat bergerak menembus waktu dan ruang. Oleh karena itu,pengobatan Era III dipandang sebagai pengobatan nonlokal dan transpersonal :pikiran dianggap sebagai faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan antar individu. Terapi Era III selalu melibatkan seorang pengirim, atau penyembuh.dan seorang penerima, arau orang yang disembuhkan. Terapinya mencakup sentuhan terapi tanpa menmyentuh,doa perantara, imajinasi transpersonal, beberapa tipe penyembuhan perdukunan, dan semua bentuk penyembuhan jarak jauh. Sentuhan terapi tanpa sentuhan dan doa perantara dibahas kemudian dalam bab ini.

baca juga :