Menristekdikti Apresiasi Kerjasama BNPT dan UI Tangkal Radikalisme

Menristekdikti Apresiasi Kerjasama BNPT dan UI Tangkal Radikalisme

Menristekdikti Apresiasi Kerjasama BNPT dan UI Tangkal Radikalisme

Menristekdikti Apresiasi Kerjasama BNPT dan UI Tangkal Radikalisme
Menristekdikti Apresiasi Kerjasama BNPT dan UI Tangkal Radikalisme

Radikalisme masih menjadi isu yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

Khususnya, bagi kalangan mahasiswa generasi penerus bangsa di perguruan tinggi, potensi radikalisme harus dihentikan.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengapresiasi kerjasama yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Universitas Indonesia (UI) dalam menangkal potensi aksi radikalisme di perguruan tinggi.

Nasir menyampaikan di era digitalisasi, Indonesia masih saja berkutat dengan masalah internal yang dapat memecah belah NKRI. Dia meminta masyarakat dapat menurunkan ego dan keinginan masing-masing demi mempertahankan kebersamaan NKRI.

“Mari kita rawat negara kita NKRI dengan Pancasila sebagai ideologi negara. UUD 1945

sebagai dasar negara dan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” ujar Nasir di Depok, Jawa Barat, Senin (23/4).

Mahasiswa, kata Nasir, merupakan pintu gerbang untuk memajukan Indonesia. Untuk itu, pemerintah dan perguruan tinggi harus melakukan pengawasan dan pembinaan yang tepat.

“Nasionalisme dan bela negara harus kita dorong, radikalisme dan intoleran harus kita tangkal,” tegasnya.

Rektor UI, Muhammad Anis mengatakan siap membantu memerangi radikalisme dan terorisme. Hal itu didukung dengan adanya program Magister Kajian Terorisme, dan para pakar dalam rumpun sosial dan humaniora, kesehatan, sains serta teknologi.

“Melalui langkah awal berupa penandatanganan nota kesepahaman UI mencoba untuk menjalin

komunikasi untuk bisa bersinergi. Semua itu ditujukan untuk mewujudkan rencana program strategis masing-masing institusi sebagai upaya pencegahan terorisme,” tutur Anis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPT Suhardi Alius menginginkan pimpinan perguruan tinggi dapat meningkatkan pencegahan dan pengawasan terhadap aktivitas yang dapat merongrong keutuhan NKRI.

“Saya berharap MoU ini dapat menjadi pedoman dasar bagi para pihak dalam rangka kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan dalam rangka penangggulangan terorisme,” tandas Suhardi.

Kemristekdikti telah melakukan deklarasi melawan radikalisme dengan menggandeng BNPT. Puncaknya pada 29 Agustus 2017 digelar deklarasi anti radikalisme dengan seluruh perguruan tinggi se-Indonesia di Bali.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/kalimat/