NEGARA BUATAN BELANDA DI INDONESIA

NEGARA BUATAN BELANDA DI INDONESIA

NEGARA BUATAN BELANDA DI INDONESIA

NEGARA BUATAN BELANDA DI INDONESIA

Beberapa negara boneka buatan belanda tersebut adalah sebagai berikut

  • NEGARA INDONESIA TIMUR

Negara ini merupakan negara boneka pertama yang dibuat oleh kolonial Belanda. Negara ini dibentuk atas dasar Konferensi Malino dan Konferensi Denpasar yang memutuskan bahwa daerah kepulauan Maluku, Sulawesi, Nusa tenggara, dan Bali merupakan wilayah yang termasuk dalam Negara Indonesia Timur.

Negara boneka yang di resmikan oleh Presiden dari Bali bernama Tjokorda Gde Raka Soekawati yang dilakukan pada bulan Desember 1946.

Pada awal pembentukan negara ini setia kepada pemerintah Belanda karena pemerintah Belanda selalu memberi sokongan dana namun kemudian menunjukkan pertentangan terhadap pemerintah Belanda saat Belanda melakukan Agresi Militer II.

Perdana menteri Negara Indonesia Timur yang bernama Ide Anak Agung Gde Agung melakukan lobi agar negara beka ini bergabung dengan Republik Indonesia pada 1949.

  • NEGARA SUMATERA TIMUR

Negara boneka ini meliputi sebagian besar daerah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi. Negara Sumatera Timur ini sangat penting bagi pemerintah Belanda untuk menjaga keuntungan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia berupa lapangan minyak bumi, perkebunan karet, dan juga perkebunan tembakau.

Negara boneka ini sangat penting untuk menjaga pemasukan pemerintah Belanda apabila di kemudian hari membutuhkan dana untuk melakukan penjajahan lagi. Dalam membentuk negara boneka ini, pemerintah Belanda melakukan lobi kepada para bangsawan dan para orang kaya pemilik perkebunan untuk membentuk negara baru.

Negara Sumatera Timur ini disahkan dengan presidennya bernama Tengku Mansur. Dalam berjalannya negara ini selama 3 tahun mengalami banyak tekanan karena dari rakyatnya pun banyak pertentangan pihak yang kontra adalah para nasionalis yang tidak ingin berada di bawah kekuasaan Belanda sedangkan pihak yang pro dengan negara boneka ini adalah para bangsawan yang merasa terlindungi dari gerakan anti kemapanan.

  • NEGARA SUMATERA SELATAN

Pada tanggal 21 Juli 1947 terjadi Agresi Militer yang mana pasukan Belanda menyerang seluruh daerah Sumatera Selatan.

Sumatera Selantan runtuh di tangan Belanda dan berhasil menguasai Sumatera Selatan dan berhasil membentuk negara boneka Sumatera Selatan.Yang menjadi presiden dari Negara ini adalah Abdul Malik.

Alasan dengan dibentuknya negara ini sama dengan Negara Sumatera Timur yaitu menguasai sumber daya alam yang ada di dalamnya.

  • NEGARA JAWA TIMUR

Pertempuran yang terjadi di Surabaya pada tanggal 10 November 1945, Belanda telah berhasil mengambil kekuasaan Provinsi Surabaya.

Sama dengan wilayah lain Belanda membentuk negara boneka Jawa Timur dengan presiden bernama R.T.P Achmad Kusumonegoro.

Pada tahun 1948 Belanda sudah beberapa kali melakukan agresi militer ke wilayah Jawa Timur seperti ke kota Blitar yang saat itu merupakan pusat pemerintahan darurat akibat direbutnya kota Surabaya.

Agresi yanag dilakukan Belanda kemudian dihentikan setelah dilakukan diplomasi antara republik Indonesia dan Belanda yang dikenal dengan nama Perundingan Roem – Royen.

  • NEGARA PASUNDAN

Negara Pasundan meliputi wilayah Jawa Barat dan Banten. Tidak seperti negara boneka lainnya yang lebih pro terhadap pemerintah Belanda, Negara Pasundan lebih pro terhadap Republik Indonesia. Negara ini memang awalnya dibentuk oleh Belanda yang membentuk secara politik dengan pemilihan pemimpin negara boneka ini namun kemudian yang terpilih adalah seseorang yang pro Republik Indonesia bernama Wiranatakusuma.

Dalam memimpin Negara Pasundan, Wiranatakusuma berusaha agar Negara Pasundan tetap menjadi bagian dari Republik Indonesia. Namun negara Pasundan beberapa kali diserang oleh agresi militer belanda hingga melemah.

Negara ini resmi dibubarkan oleh Presiden dan resmi bergabung dengan Republik Indonesia hal itu terjadi pada tanggal 8 Maret 1949.

  • NEGARA MADURA

Negara boneka ini dibentuk oleh perintah Van der Plas. Negara Madura ini merupakan rekayasa Belanda sebagai strategi agar wilayah Jawa timur mudah ditaklukkan karena pulau Madura berdekatan dengan wilayah Jawa Timur.

Dengan melakukan pemungutan suara Belanda berhasil membuat Negara Boneka Madura. Pemungutan tersebut bukanlah demokrasi yang sah. Namun, belanda melakukan intimidasi kepada berbagai pihak untuk mendukung pembuatan Negara Madura.

Negara Madura ini terbentuk pada 20 Februari 1949 dengan presidennya adalah R. A. A. Tjakraningrat.

Berjalannya negara ini sangat bergantung dari dana yang disalurkan oleh pemerintah Belanda sehingga ketika menipisnya dukungan Belanda  negara ini tidak dapat melakukan aksi apapun. Setlah selalu mendapat tekanan dari berbagai pihak yang pro republik negara ini kemudian bubar dan bergabung kembali dengan Republik Indonesia dan menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur.


Baca Juga :