Orientasi Perilaku Supervisi Pengajaran

 Orientasi Perilaku Supervisi Pengajaran

Sahertian (1981) berpendapat bahwa fungsi supervisi pengajaran adalah perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran serta pembinaan pengajaran, sehingga terus dilakukan perbaikan pengajaran. Mengembangkan alternatif-alternatif pendekatan dalam pelaksanaan supervisi pengajaran berarti memadukan berbagai pendekatan supervisi pengajaran, yang mencakup pendekatan ilmiah, pendekatan artistik,

 

pendekatan klinis, pendekatan direktif, pendekatan nondirektif, pendekatan kolaboratif, pendekatan informal, kolegial, dan individual; dengan dimensi guru, mencakup tingkat perhatian guru, tingkat tanggung jawab, kematangan kepribadian, dan kompleksitas kognitif. Perpaduan berbagai pendekatan supervisi pengajaran oleh supervisor dapat meningkatkan nilai lebih dan bermakna dari pelaksanaan supervisi pengajaran. Pandangan kontigensi supervisi pengajaran didasarkan pada pemikiran bahwa setiap guru berbeda. Hal ini menjadi dasar para ahli mengemukakan berbagai macam pendekatan supervisi dan dimensi dalam mengklasifikasi guru, sehingga supervisor dapat memilih pendekatan dan gaya dalam melaksanakan supervisi.

  1. Orientasi Pandangan Supervisi Pengajaran

Berdasakan pandangan psikologi tentang belajar dan mengajar tersebut di atas, kemudian Glickman (1981) menggambarkan pandangan supervisi pembelajaran sebagaimana pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2 Pandangan Supervisi Pembelajaran

baa jgua :