Pemangkasan Pada Buah Mangga

Pemangkasan Pada Buah Mangga

Pemangkasan Pada Buah Mangga

Pemangkasan Pada Buah Mangga
Pemangkasan Pada Buah Mangga

1. Pemangkasan Bentuk

Pemangkasan ini dilakukan terhadap tanaman muda untuk menjaga supaya pertumbuhan cabang tidak saling bersilangan dan terhadap tanaman cukup umur yang memiliki percabangan tidak teratur. Pemangkasan ini bertujuan untuk membentuk tajuk yang ideal dengan percabangan yang tumbuh teratur dan merata ke segala arah.

Berikut tahapan pemangkasan bentuk

– Pangkas batang pokok tepat di atas batas kulit yang  berwarna hijau atau cokelat.
– Dari pemangkasan pertama biasanya akan muncul 5—6 cabang utama. Pangkas kembali dengan menyisakan tiga cabang utama yang sehat , kuat , dan tidak tumbuh bersilangan.
– Jika cabang utama telah berumur 3—6 bulan atau panjang mencapai satu meter , pemangkasan bentuk dapat dilakukan untuk membentuk cabang sekunder.

2. Pemangkasan Pemeliharaan

Pemangkasan ini bertujuan untuk mengurangi kerimbunan , mengatur pertumbuhan cabang , serta mencegah serangan hama dan penyakit jawaban keadaan tanaman yang terlalu lembap. Waktu yang tepat untuk pelaksanaan pemangkasan ini yaitu pada animo hujan atau awal animo kemarau. Caranya , pangkas cabang-cabang nonproduktif untuk menghemat penggunaan energi. Pemangksan juga dapat dilakukan setelah panen dengan membuang cabang dan ranting yang patah , rusak , dan terkena penyakit.

3. Pemangkasan Produksi

Pemangkasan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan tanaman mangga , meningkatkan kuantitas dan kualitas buah yang dihasilkan , serta menjaga supaya produktivitasnya tetap tinggi. Pemangkasan ini dilakukan melalui beberapa tahapan , yakni pemangkasan akar , pengeratan batang , pemangkasan dahan , cabang , ranting , dan daun , serta pemangkasan ranting buah.

Pemangkasan akar dilakukan pada dikala pembungaan kurang , meskipun pertumbuhan tanaman terlihat baik. Pemangkasan dilakukan dengan membuang akar yang berukuran kecil menggunakan pisau atau golok yang tajam. Pengeratan batang bertujuan untuk membantu pembentukan buah dengan menghambat ajaran zat makanan dari pucuk ke akar.

Selain dengan pengeratan batang , pembentukan bunga dan buah juga dapat dirangsang dengan pemangkasan dahan , cabang , ranting , dan daun. Pemangkasan selanjutnya yaitu pemangkasan ranting buah yang dilakukan setelah panen dengan memotong bekas ranting buah yang telah dipanen dan menyisakan dua atau tiga mata tunas untuk memunculkan kembali ranting buah.

4. Pemangkasan Berat

Pemangkasan ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi tanaman yang gres dipanen supaya bisa memunculkan cabang-cabang gres yang lebih produktif. Pemangkasan ini dilakukan setelah panen dengan memangkas total dan hanya menyisakan batang utama dari beberapa dahan. Pemangkasan berat dilakukan bersamaan dengan pemangkasan akar dan penggantian media tanam. Pemangkasan akar ini bertujuan untuk mengefisienkan perembesan unsur hara , sehingga memudahkan pendistribusian unsur hara ke episode tajuk tanaman.

Baca Juga: https://berkebun.co.id/7-cara-budidaya-jamur-tiram-bagi-pemula-100-berhasil/

d. Penjarangan Buah

Penjarangan buah mangga yang ditanam di dalam pot perlu dilakukan. Tujuannya supaya dihasilkan buah berkualitas baik. Penjarangan juga berkhasiat untuk mencegah ranting tidak mudah patah , terutama ketika buah mangga mulai tumbuh besar. Lakukan penjarangan ketika buah masih berukuran kecil. Petik buah yang pertumbuhannya kurang baik (abnormal , sakit , dan berukuran kecil). Sisakan 2—5 buah dalam satu tandan. Pilih buah yang pertumbuhannya baik , bebas hama penyakit , serta memiliki bentuk dan warna yang menarik. Gunakan gunting pangkas untuk menjarangkan buah.

e. Pembungkusan Buah

Pembungkusan buah dimaksudkan untuk mencegah serangan hama , ibarat pencetus buah dan lalat buah. Selain itu , buah yang dibungkus akan berukuran lebih besar dan berpenampilan menarik. Kegiatan ini biasanya dilakukan setelah penjarangan buah. Buah sebaiknya disemprot dengan insektisida sebelum dibungkus untuk membasmi telur serangga yang menempel. Pembungkusan buah dilakukan dengan menyelubungi seluruh episode buah. Bagian atas dan bawah pembungkus ditutup dengan cara distreples , diikat , ataupun dilem.