PENDEKATAN, PARADIGMA DAN TEORI

PENDEKATAN, PARADIGMA DAN TEORI

Secara teoritis, kajian komunikasi antarbudaya berakar dari relasi sosial antarbudaya yang merupakan bidang kajian antropologi. Kajian komunikasi antar budaya merupakan suatu bentuk pendekatan dalam melihat perspektif relasi antarbudaya. Hanya saja kajian komunikasi melihat dalam konteks komunikasi, sebagai suatu proses interaksi sosial antar masyarakat yang berlainan budaya.

  1. PENDEKATAN-PENDEKATAN TEORETIS DALAM KOMUNIKASI ANTAR  BUDAYA

Untuk dapat menjelaskan proses terjadinya dan berlangsungnya komunikasi antar budaya dapat dilihat dari berbagai pendekatan pragmatis yang mendasari dan menjadi akar dari kajian komunikasi antarbudaya. Dalam bahasa teoretis dikenal beberapa pendekatan, yaitu:

  1. Pendekatan psikologi sosial
  2. Pendekatan interpretatif
  3. Pendekatan kritis
  4. Pendekatan dialektika
  5. Pendekatan dialog kultural
  6. Pendekatan kritikal budaya
  1. TEORI-TEORI DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
  1. Face Negociation Theory

Negoisasi Wajah Teori pertama adalah teori postulated oleh Stella Ting-Toomey pada tahun 1985 untuk menjelaskan bagaimana mengelola konflik budaya yang berbeda dalam berkomunikasi.

  1. Muted Group Theory

Sudah dari sejak dulu, para ahli antropologi berusaha untuk memahami budaya dengan melakukan penelitian lapangan dan menulis etnografi. Melalui cara kerja yang dilakukan para antropolog tersebut diharapkan sebuah budaya akan dapat dideskripsikan dengan detail, komplit dan akurat.

  1. Communication Accomodation Theory

Teori akomodasi adalah teori untuk menjelaskan cara-cara di mana orang-orang yang berinteraksi dapat mempengaruhi satu sama lain selama interaksi. Teori ini berasal dari para peneliti yang telah menelaah konsep-konsep konvergensi dan divergensi selama interaksi.

sumber :

https://rakyatlampung.co.id/seva-mobil-bekas/