Pendidikan Sosial Budaya Bermasyarakat dalam Hadits

Pendidikan Sosial Budaya Bermasyarakat dalam Hadits

Pendidikan Sosial Budaya Bermasyarakat dalam Hadits

Pendidikan Sosial Budaya Bermasyarakat dalam Hadits

  1. Musyawarah

Allah SWT. berfirman dalam Q.S. Ali Imran: 159

$yJÎ6sù 7pyJômu‘ z`ÏiB «!$# |MZÏ9öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆàsù xá‹Î=xîÉ=ù=s)ø9$# (#q‘ÒxÿR]w ô`ÏB y7Ï9öqym (ß#ôã$$sù öNåk÷]tã öÏÿøótGó™$#uröNçlm; öNèdö‘Ír$x©ur ’Îû ÍöDF{$# (#sŒÎ*sù |MøBz•tã ö@©.uqtGsù ’n?tã «!$#4 ¨bÎ) ©!$# =Ït䆠tû,Î#Ïj.uqtGßJø9$#ÇÊÎÒÈ

Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

من افتى بغير علم كان إثمه على من أفتاه. زاد في رواية: و من أشار على أخيه بأمر يعلم أن الرشد في غيره فقد خانه (رواه أبوداودوالحاكم ).

Artinya:  Barang siapa yang menerima fatwa tanpa pengetahuan, maka dosanya ditanggung oleh orang yang memberi fatwa, didalam riwayat yang lain disebutkan bahwa barangsiapa menyarankan suatu perkara kepada saudaranya, padahal ia mengetahui bahwa kebenaran bukan menurut sarannya, berarti ia telah mengkhianatinya. (H.R. Daud dan Hakim)

Maksudnya yaitu: dikatakan demikian karena sejak saudaranya menyatakan kepadanaya perihal perkara tersebut, maka ia menjadi orang yang dipercayanya. Apabila ia menyarankan hal yang tidak sesuai dengan kebenaran yang dipandangnya, berarti ia telah berkhianat terhadap saudaranya yang Muslim.

Hadis ini diketengahkan oleh Abu Daud dan Hakim dengan sanad berpredikat shahih.

            Musyawarah hanya diperlukan dalam urusan-urusan penting karena segala akibat itu tiada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT. seorang juru penasehat dalam suatu urusan tiada lain hanya menggabungkan semua pendapat orang yang ia seleksi dengan baik untuk menanggulangi perkara tersebut dan membantu dia memecahkannya. Perihalnya sama dengan suatu jamaah yang bergabung menghadapi suatu pekerjaan besar, lalu mereka menanggulanginya secara bersama sehingga pekerjaan berat itu dengan mudah dapat mereka selesaikan dengan baik.

Seorang individu tidaklah sama dengan suatu jamaah, sesungguhnya jamaah itu lebih dekat kepada kebenaran dan lebih jauh dari kekeliruan dan kekecewaan, separti yang disebut dalam suatu atsar yang bersumber dari Amirul Mu-Minin ‘Ali Ibnu Abu Thalib r.a “ tidak akan kecewa orang yang beristikharah, tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah, dan tidak akan jatuh miskin orang yang ekonomis.”

  1. Adab Bertetangga

وعن ابن عمروعائشة رضى الله عنهما قالا:قال رسول الله صلى عليه وسلم مازال جبريل يوصينى بالجار حتى ظننت انه سيورثه. (متفق عليه)

Artinya:Dari Ibn Umar dan Aisyah ra., mereka berkata: Rasulullah saw. “Malaikat Jibril selalu berpesan kepadaku untuk senantiasa berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku menyangka bahwa tetangga itu akan ikut mewarisinya.” (H.R Bukhari Muslim).

Maksudnya: tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kita. Jadi kita harus saling berbuat baik terhadap tetangga kita. Sebab jika terjadi musibah atau semacamnya, maka tetanggalah yang pertama kali membantu kita. Jadi, untuk itu harus saling tolong-menolonglah kita dalam bertetangga.

  1. Memuliakan Tamu

وعنابى هريرة رضى الله عنه ان النبىى صلى الله عليه وسلم قال:من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم ضيفه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الا خرفليصل رحمه، ومن كان يؤمن با لله واليوم الاخرفليقل خيرا اوليصمت. (متفق عليه)

Artinya: Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: “siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia menyambung tali persaudaraan. Dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam!” (H.R Bukhari dan Muslim).

Maksudnya: apabila tamu datang kerumah kita sebaiknya memuliakannya seperti raja karena dengan begitu tali silaturahmi akan terjalin dengan baik dan persudaraan akan semakin erat terjalin.


Sumber: https://ntclibya.com/compass-point-apk/