Pengetian wakaf rukun wakaf serta syarat-syarat wakaf

Pengetian wakaf rukun wakaf serta syarat-syarat wakaf

Pengetian wakaf rukun wakaf serta syarat-syarat wakaf

Pengetian wakaf rukun wakaf serta syarat-syarat wakaf
Pengetian wakaf rukun wakaf serta syarat-syarat wakaf

Pengertian wakaf

Lafal wakaf menurut bahasa arab arinya menahan. Menurut isitilah wakaf yakni menahan hata milik pribadi yang diserhkan kepada pihak lain untuk kepentingan umum dengan tujuan agar mendapat rida allah selain itu juga demi kemaslahatan umat. Hal ini seperti yang dijelaskan allah dalam surah Ali imran ayat 92

surah Ali imran ayat 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

rukun wakaf

Rukun wakaf ada empat yakni:

#orang yang wakaf yakni orang atau badan hukum yang mewakafkan harta benda milikya

#orang yang menerima wakaf yaitu 1 orang tertentu atau kelompok orang atau lembaga hukum (nazir)

# benda atau barang yang di wakafkan

#sigat yaitu ikrar penyerahan atau penerimaan benda wakaf berupa pernyataan kehendak dari orang wakaf kepada nazir untuk mewakaffkan benda miliknya

syarat wakaf

Syarat wakaf terbagi atas empat bahagi diantaranya:
#syarat-syarat orang yang berwakaf (al-waqif)
#orang yang berwakaf memiliki secara penuh harta itu

#berakal , tak sah wakaf orang bodoh, orang gila, atau orang yang mabuk

#balig

#mampu bertindak secara hukuk (rasyid)

#syarat-syarat harta yang di wakafkan (al-mauqut)
#barang yang di wakfkan itu barang yang berharga

#berita yang di wakfkan itu diketahi kadarnya

#harta yang di wakafkan itu pasti di miliki oleh orang yang berwakaf (wakif)

#harta itu harus berdiri sendiri, tidak melekat kepada harta lain (gaira sai)

#barang tersebut tahan lama, halal, suci, dan dimanfaatkan, berharga menurut islam

syarat-syarat orang yang menerima manfaat wakaf (al-muqut alaih)

Dari segi klasifikasinya orang yang menerima wakaf ada dua macam yakni pertama tertentu (mu’ayyan) dan tidak terntu (ghairu mu’ayyan).
Yang di maksudakan dengan terntu ialah, jelas orang yang menerima wakaf itu, apakah seseorang, dua orang atau satu kumpulan yang semuanya tertentu dan tidak boleh diubah.

Sedangkan yang tidak tentu maksudnya tempat berwakaf itu tidak ditentuakan secara terperinci, umpamanya seseorang-sesorang untuk oran fakir, miskin, dan lain-lain.

Persyaratan bagi orang yang menrima wakaf terntentu (al-mawquf mu’ayyan) bahwa ia mestilah orang yang boleh untuk memiliki harta (ahlan li al-tamlik), maka orang mulsim , merdeka, dan kafir zimmi yang memenuhi syarat ini boleh memiliki harta wakaf. Adapun orang bodoh, hamba sahaya,dan orang gila tidak sah menerima wakaf.

Syarat-syarat yang berkaitan degan gairu mu’ayyan pertama ialah bahwa yang akan menerima wakaf itu mestilah dapat menjadikan wakaf itu untuk kebaikan yang dengannya dapat mendekatkan diri kepada allah, dan wakaf ini hanya ditujukan untuk kepentingan islam saja.

#syarat-syarat sigat berkaitan dengan isi ucapan perlu ada beberapa syarat
#ucapan tersebut mengandungi kata-kata yang menunjukkan kekalnya (ta’bit)

#ucapan itu dapat direalisasikan segera, tanp digantungkan pkepada syarat tertentu

#ucapan itu bersifat pasti

#ucapan itu tidak diikuti oleh syarat yang membatalkan

#ucapan tersebut mengandung suatu tujuan dan menggunakan kalimat yang singkat, jelas sehingga mudah di pahami.

Apabila semua persyaratan di atas dapat terpenuhi maka penguasaan atas tanah wakaf bagi penerima wakaf sah. Pewakaf tidak dapat lagi menarik balik pemilikan harta itu telah berpidah kepada allah dan penguasaan harta tersebut adalah orang yang menerima wakaf secara umum di anggap pemiliknya tapi bersifat gahairu prosuktif.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html