Penyakit Hati Riya dan Takabur

Penyakit Hati Riya dan Takabur

Penyakit Hati Riya dan Takabur

Penyakit Hati Riya dan Takabur
Penyakit Hati Riya dan Takabur

Riya’

Riya’ merupakan musuh dari sifat ikhlas. Riya’ adalah melakukan perbuatan karena ingin dipuji dan lain sebagainya. Penyakit ini dapat menghapus segala amalan kebaikan. Riya ialah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah, seperti shalat, puasa, shadaqah, dan sebagainya.

Bahaya Riya

Sifat yang bahaya dari riya ialah melakukan apa pun tanpa ada unsur kejujuran dan ketulusan, sehingga ia menjadi orang yang tersiksa oleh sikapnya sendiri hanya karena ingin dicap sebagai orang shalih. Padahal, ia melakukan semua itu hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain.

Dalam sebuah keterangan, Imam Ghazali pernah mengumpamakan orang yang riya sebagai orang yang malas ketika ia hanya berdua dengan rajanya. Namun, ketika ada budak sang raja hadir, baru ia bekerja dan berbuat baik untuk mendapat pujian dari budak-budak tersebut.

Demikian juga orang yang mempunyai penyakit riya dalam beribadah. Ketika hanya berdua dengan Allah Swt., ia malas dan cenderung enggan beribadah. Tetapi, ketika ada manusia yang tidak lebih dari hamba/budak Allah Swt. maka ia jadi rajin shalat, bershadaqah, dan .ain sebagainya untuk mendapat pujian para budak.

Sifat riya itu merupakan penyakit hati yang oisa membelenggu seseorang dalam kehidupannya karena setiap saat selalu diburu oleh kebohongan yang :a buat sendiri. Ia akan merasa tersiksa oleh ketidakjujuran yang dibuat dan ibadah hanya sebagai bagian dari pencitraan diri yang baik. Padahal, yang sebenarnya, ia orang yang sama sekali tidak pernah memosisikan diri sebagai hamba Allah Swt.

Hal lain yang sangat berbahaya dari sifat riya’ atau pamer , adalah ada kecenderungan menyepelekan Allah Swt. Sebab, semua yang dilakukan dalam ibadah dan perbuatan baiknya, tidak untuk-Nya. Padahal, segala yang kita lakukan harus dengan tulus sebagai bentuk kelemahan kita kepada-Nya, sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak untuk mendapatkan pujian orang lain karena ibadah hanya untuk Allah Swt.

Takabur atau Sombong

Takabur atau sombong adalah menganggap bahwa dirinya lebih baik daripada orang lain. Bagaimana dampak sombong dan takabur dalam kehidupan kita? Tentunya, sangat jelas bahwa bagi orang yang sombong, yang menganggap bahwa mereka yang paling hebat, padahal sehebat apa pun dia, tetap mempunyai sisi kekurangan dan keterbatasan sebagai dasar sifat alamiah manusia.

Bahaya Sombong

Dalam setiap kondisi apa pun, orang yang sombong selalu merasa terjajah oleh orang lain, serta merasa dirinya tidak tenang dan cenderung menyepelekan orang lain di sekitarnya, sehingga menimbulkan banyak masalah. Bahkan, ia tidak akan pernah menyadari kekuasaan Allah Swt. Yang Maha Besar. Ketika suatu saat keberuntungan tidak memihak lagi kepadanya, ia akan merasa frustrasi dan tidak bisa menggunakan akal sehatnya dalam setiap perbuatannya, dan inilah penyakit yang lebih berbahaya daripada penyakit fisik apa pun.

Baca Juga: