Perintah Menjauhi Riba

Perintah Menjauhi Riba

Perintah Menjauhi Riba

Perintah Menjauhi Riba

  1. Ali Imron ayat 130

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون )آل‌عمران: ١٣٠(

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

  1. Sebab Turunya Ayat

Menurut Mujahid, orang Arab terbiasa melakukan transaksi jual-beli dengan jangka waktu (kredit). Jika waktu pembayaran tiba, mereka ingkar dan tidak mau membayar. Dengan demikian, bertambah besar bunganya, dan semakin pula bertambah jangka waktu pembayaran. Atas praktik tersebut, Allah menurunkan ayat tersebut (HR. Faryabi)[8]

  1. Penjelasan Ayat

Di dalam Surat Ali Imron ayat 130 ahli Tafsir menjelaskan bahwa lafadz يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ini yang dimaksud adalah kaum Sakif atau golongan manusia dari bani Sakif, kemudian lafadz لَا تَأْكُلُوا الرِّبَاأَضْعَافًا ini yang dimaksud adalah di dalam harta dirham yang berlebihan, disusul lagi lafadz sebagai penguwat yaitu مُضَاعَفَةً ini maksudnya adala  الاجل misi atau tujuan, kemudian dilanjutkan lagi dengan kata وَاتَّقُوا اللَّهَ  takutlah kamu semua orang Iman kepada Allah di dalam memakan sesuatu yang mengandung Riba.  لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَini dengan maksud supanya kamu semua mendapatkan keselamatan dari murka seksaan Allah.[9]

Dalam Tafsir di atas dalam Surat Ali Imron ayat 130 ini penulis simpulkan bahwa :

  1. yang diperingatkan dalam ayat ini adalah Golongan Saqif, umumnya Ummat Mamusia beragama Islam,
  2. b.Peringatan untuk menjahui makan Riba.
  3. c.Takutlah kepada Allah dalam makan harta Riba, dengan harapan tidak mendapat murka dan Seksa dari Allah;

Surat Al Baqarah Ayat 275 – 276 bahwa :

الربا : الزيادة  والنمو

Riba adalah sesuatu yang biasa dilakukan manusia  Arab  pada  masa Jahiliyah, seseorang berjual beli dengan orang lain dalam tempo waktu  tertentu, setelah datang temponya orang tersebut akan menagih ketika tagihan tidak bisa dilunasi  makaorang tersebut akan melipatgandakan pokok hartanya.[10]

يَأْكُلُونَ الرِّبَا

Arti makan di sini adalah bermuamalah atau bertransaksi, disebutkan dengan kata makan karena pada umumnya kebanyakan   tujuan kepemilikan harta adalah untuk dimakan.[11]

لَا يَقُومُونَ

Maksudnya dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat  nanti. Hal ini juga seperti bacaan Abdullah bin Mas’ud yang menambahkan kata hari kiamat [12]. pada kalimat: لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ

يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

Maksudnya berdiri tidak seimbang seperti orang gila .

مَوْعِظَةٌ

Maksudnya peringatan untuk kebaikan. Yang dimaksud disini adalah larangan untuk meninggalkan riba.[13]

Secara ringkas bahwa Ibnu Kasir menafsiri Surat Al-Baqarah ayat yang ke 275, yakni: bahwa orang yang memakan riba maka ketika mereka bangkit dari kuburannya pada hari kiamat melainkan seperti berdirinya orang gila pada saat dia mengamuk dan kesurupan Setan

baca juga :