Profesionalisasi

 Profesionalisasi

Profesionalisasi adalah proses membuat teori suatu badan organisasi agar menjadi professional.

  Menurut Martinis Yamin (2006: 4) keterampilan dalam pekerjaan profesi sangat didukung oleh teori yang dipelajarinya. Jadi, seorang guru yang profesional dituntut banyak belajar, membaca dan mendalami teori tenteang profesi yang digelutinya, suatu profesi bukanlah suatu permanen, ia akan mengalami perubahan dan mengikuti perkembangan kebutuhan manusia, oleh sebab itu penelitian terhadap suatu tugas profesi dianjurkan, didalam kegunaan dikenal dengan penelitian action research.

Menurut Nana. S. Sukmadinata (2006: 191) sebagai pendidik profesional, guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Dalam diskusi pengembangan modal pendidikan profesional tenaga kependidikan, yang dselenggarakan PPS IKIP Bandung tahun 1990, dirumuskan 10 ciri suatu profesi, Yaitu:

  1. Memiliki fungsi dan signifikan social
  2. Memiliki keahlian/ keterampilan tertentu
  3. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah
  4.  Didasarkan atas disiplin ilmu ang jelas
  5. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama
  6. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesinal
  7. Memiliki kode etik
  8. Kebebasan untuk memberikan judgement dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya
  9. Memiliki tanggung jawab profesional dan otanani
  10. Ada pengetahuan dan masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya.

Dari perjalanan uraian diatas, meskipun bahan banyak seorang pendidik melakukan atau menerapkan itu semua pada peserta didik, namun usaha untuk berupaya untuk meningkatkan keberhasilan peserta didik selalu digalakkan.

Secara konseptual, bentuk kerja guru menurut, Depdiknas (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompokan atas tiga dimensi umum keterampilan, yaitu :

  1. Kemampuan profesional mencangkup :

1)      Penguasaan materi pelajaran, mencangkup bahan yang akan digagaskan dan dasar keilmuan dari bahan pembelajaran tersebut.

2)      Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan keperguruan.

3)      Penguasaan proses kependidikan, keguruan dan pembelajaran siswa

  1. Kemampuan sosial, yaitu kemampuan menyesuaikan diri deng tuntutan kerja dan lingkungan sekitar
  2. Kemampuan personal (pribadi) mencakup:

1)      Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru, dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya.

2)      Pemahaman, penghayatan, dan penampilan-penampilan nilai yang selayaknya dianut oleh seorang guru.

3)      Penampilan upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya.

 

Pos-pos Terbaru