Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Resmi Dilantik

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Resmi Dilantik

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Resmi Dilantik

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Resmi Dilantik
Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Resmi Dilantik

Presiden RI Joko Widodo melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Masa Jabatan 2018-2023, Mochamad Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Presiden memandu jalannya pengucapan sumpah dan janji jabatan yang diikuti para Gubernur dan Wakil Gubernur.

Gubernur Jawa Barat, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil bertekad untuk melayani masyarakat Jawa Barat dengan adil. Ia mengungkapkan Jawa Barat menduduki jumlah penduduk terbesar di Republik Indonesia yakni 48 juta orang. Masalah terbesar yang dihadapi adalah dengan jumlah penduduk tersebut, maka ia perlu melayani seluruh kebutuhannya.

“Oleh karena itu, Jawa Barat ini harus istimewa, lima tahun kedepan kami harus bersemangat menjadikan Jawa Barat provinsi terbaik, terhebat, terdepan di Indonesia. Zaman baru pemimpin baru, zaman baru cara baru. Saya dan Pak Uu akan melanjutkan yang baik dan sudah menjadi yang terbaik,” ujar Emil dalam Acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum yang dilaksanakan di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis 6 September 2018.

Emil menjelaskan visi saat kepemimpinannya kali ini adalah terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir dan Batin.

Kata juara berarti sumber daya manusia di Jawa Barat harus yang terbaik pada bidang pendidikan dan terbaik pada daya saing ekonomi. Sedangkan lahir batin yang berarti, tidak hanya membangun insprastruktur fisik saja tapi ia ingin membangun manusia-manusia yang religius, pancasilais, toleran, kompetititif.

Adapun semangat pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Emil mengatakan mereka akan “ngabret” untuk lima tahun kedepan. Adapun upaya yang telah direncanakan diantaranya membentuk manusia pancasila yang bertakwa, melahirkan manusia Jawa Barat yang berbudaya, manusia yang berkualitas produktif. Selain itu, ia mengatakan pelayanan publik di Jawa Barat harus yang terbaik, mempercepat pertumbuhan, tata ruang yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas. Serta, daya ekonomi umat yang sejahterah dan adil melalui teknologi, kolaborasi, dan pusat-pusat inovasi.

Selain itu, Emil-Uu juga akan merangkul berbagai pihak di pemerintahannya

, termasuk membentuk Dewan Pertimbangan Gubernur dan grup Whtasapp (WA) Walikota/Bupati di Jawa Barat. Dewan ini akan berisi para tokoh Jawa Barat serta para peserta Pilgub Jabar Tahun 2018.

“Kita juga akan merangkul mereka mereka yang dulu (dalam Pilkada Serentak 2018) berkompetisi, kita ada namanya Dewan Pertimbangan Gubernur. Isinya para gubernur Jawa Barat terdahulu. Mereka yang berkompetisi di 2018 kemarin inilah. Filsafah Sunda kita merangkul demi masa depan, karena Pilkada adalah masa lalu Jabar juara adalah masa depan” pungkasnya.

“Mereka yang dulu berkompetisi, kita ada namanya Dewan Pertimbangan Gubernur.

Isinya para Gubernur Jawa Barat terdahulu. Mereka yang berkompetisi di (Pilkada) 2018 kemarin, inilah filsafah Sunda kita, merangkul demi masa depan karena Pilkada adalah masa lalu Jabar Juara adalah masa depan” katanya.

“Ya mulai besok saya bikin WA grup antara Walikota/Bupati, Sekda kalau tidak perlu bertemu kenapa bertemu kira-kira. Yang penting urusan di Jawa Barat cepat selesai terkoordinasi dan beres,” ujar Emil.***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/doa-sebelum-belajar/