Sejarah Berdirinya Kerajaan Turki Utsmani

Sejarah Berdirinya Kerajaan Turki Utsmani

Sejarah Berdirinya Kerajaan Turki Utsmani

Sejarah Berdirinya Kerajaan Turki Utsmani
Sejarah Berdirinya Kerajaan Turki Utsmani

Pasca pembubaran Kesultanan Rum

yang dipimpin Dinasti Seljuk Turki, pendahulu Utsmaniyah, pada tahun 1300-an, Anatolia terpecah menjadi beberapa negara merdeka (kebanyakan Turki) yang disebut emiratGhazi. Salah satu emiratGhazi dipimpin oleh Osman I (1258 – 1326). dan namanya menjadi asal usul nama Utsmaniyah.

Turki Utsmani merupakan salah satu nama di antara dinasti mesin serbuk, di samping shafawi dan mughal. Dinasti Turki Utsmani merupakan kekhalifahan yang cukup besar dalam Islam dan memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perkembangan wilayah Islam di Asia, Afrika, dan Eropa. Bangsa Turki memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan peradaban Islam.

Tentang siapa pendiri dinasti Turki Utsmani, Dr. Badrimengemukakan, bahwa pendiri dinasti ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri China. Dalam jangka kira-kira tiga abad, mereka pindah ke Turkistan, kemudian ke Persia, dan ke Iraq. Mereka masuk Islam sekitar abad ke sembilan atau ke sepuluh, ketika mereka menetap di Asia Tengah.

Nama Utsmani diambil dari nama pendirinya

yaitu Utsman bin Ertugrul. Dinasti ini sering disebut dengan Ottoman. Utsman sendiri merupakan putra Ertugrul, seorang pemimpin suku Oghuz (berasal dari daerah Mongolia) kemudian melarikan diri ke daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah-tengah saudara mereka, orang-orang Turki Seljuk didataran tinggi Asia Kecil akibat tekanan bangsa Mongolia pada abad ke 13. Di Asia Kecil kaum Oghuz di bawah pimpinan Ertugrul mengabdikan diri kepada Sultan Seljuk (Alauddin II) dan membantu Sultan merebut wilayah-wilayah jajahan Bizantium. Atas keberhasilan ini, Sultan Alauddin II memberikan hadiah tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantiumuntuk Ertugrul. Sejak itu, mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syuhud sebagai ibu kota. Dr. Syafiq juga mempertegas pendapat di atas bahwa setelah hancurnya Baghdad di tangan bangsa Mongol, orang-orang Turki semakin mempertegas kemandirian mereka dalam membangun kekuasaannya sendiri.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/doa-sebelum-belajar/

Kemudian Ertugrul mewariskan wilayah tersebut kepada puteranya Utsman Ertugrul

hingga menjadi sebuah dinasti besar. Sebagaimana ayahnya, Utsman bin Ertugrul juga mengabdikan diri untuk Sultan Alauddin II dalam peperangan melawan Bizantium hingga dapat menduduki beberapa wilayah Bizantium.

Setelah beberapa saat menikmati kemenangan atas Bizantium, pada tahun 1300 M serbuan tentara Mongol memporak-porandakan tentara Seljuk, bahkan Sultan Aluddin II Terbunuh di tangan tentara Mongolia. Kekalahan ini membuat kesultanan Seljuk tercabik-cabik. Pada kondisi demikian, Utsman bin Ertugrul(Utsman I) memproklamirkan berdirinya sebuah Dinasti Islam dan mengumumkan dirinya sebagai Padisyahal-Utsman yang berarti Raja Besar Keluarga Utsman hingga dinastinya dinamakan Utsmani (699 H/1300 M). Sejak saat itulah kerajaan atau dinasti Utsmani dinyatakan berdiri. Wilayahnya mencakup Eropa Timur, Asia Kecil, Negeri-Negeri Arab di Asia Barat dan Afrika Utara. Dengan modal wilayah sempit di Anatolia Tengah dan bekas wilayah Seljuk Rum, Turki Utsmani mampu mengembangkan sayapnya ke Eropa Timur, Asia kecil, Asia Barat dan Afrika Utara. Hal ini disebabkan karena kuatnya manajemen politik dan militer yang tertata rapi dan didukung oleh kekuatan ekonomi yang mapan. Setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Ia menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan Turki Utsmani.

Namun ketika Sultan ketujuh

putra Murâd II (yaitu Muâmmad II al-Fâtih) naik tahta dan menaklukan Konstantinopel, ibu kota Turki Utsmani pindah ke Kota ini. Hingga kalau menyebut nama Turki Utsmani, maka tidak akan bisa dipisahkan dari Ibu kota baru ini (Konstantinopel), yang kemudian diganti namanya dengan Istanbul/Istambul. Istambul adalah kota terbesar di Turki. Hingga tahun 1930, orang-orang Barat lebih mengenal kota ini dengan nama Konstantinipel. Pada abad ke-19, beberapa orang menyebutnya Stambul; namun jauh sebelumnya, kota ini juga pernah dikenal dengan Bizantium/Byzantion. Istanbul merupakan salah satu kota tertua di dunia. Kota ini didirikan kira-kira pada abad ke-7 SM. Pada tahun 330, kota ini dijadikan sebagai ibu kota Romawi oleh kaisar Konstantin. Namanya kemudian diubah menjadi Konstantinopel untuk menghormatinya. Konstantinopel pada awalnya menjadi ibu kota bagian timur Kekaisaran Romawi. Namun pada tahun 395 M, setelah Romawi timur lebih dikenal dengan sebutan Bizantium dan memisahkan diri dari kekaisaran Romawi yang berpusat di Roma, Italia, Konstantinopel menjadi ibu kota kekaisaran Romawi Timur.