Strategi Pembangunan Ekonomi Di Daerah

Strategi Pembangunan Ekonomi Di Daerah

                Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari otonomi daerah karena pembangunan dapat dilakukan dengan maksimal jika otonomi daerah sudah diimplementasikan dengan baik. Dalam membangun ekonomi di daerah, diperlukan strategi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya fluktuasi ekonomi sektoral yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesempatan kerja. Lincolin Arsyad (2000) secara garis besar menggambarkan strategi pembangunan ekonomi daerah dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu :

  1. Strategi pengembangan fisik ( locality or physical development strategy)                                                                       Strategi pembagunan fisik ini adalah untuk menciptakan identitas masyarakat , dan memperbaiki daya tarik pusat kota (civic center) dalam upaya memperbaiki dunia usaha daerah. Untuk mencapai tujuan pembangunan fisik tersebut diperlukan alat-alat pendukung, yaitu :
    • Pembuatan bank tanah (land banking), bertujuan agar memiliki data tentang tanah yang kurang optimal penggunaannya, tanah yang belum dikembangkan, atau salah dalam penggunaannya dan lain sebagainya.
    • Pengendalian perencanaan dan pembangunan, bertujuan untuk memperbaiki iklim investasi di daerah dan meperbaiki citra pemerintah daerah.
    • Penataan kota (townscaping), bertujuan untuk memperbaiki sarana jalan, penataan pusat-pusat pertokoan, dan penetapan standar fisik suatu bangunan.
    • Pengaturan tata ruang (zoning) dengan baik bertujuan untuk merangsang pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah.
    • Penyediaan perumahan dan pemukiman yang baik akan berpengaruh positif bagi dunia usaha, disamping menciptakan lapangan kerja.
    • Penyediaan infrastruktur seperti sarana air bersih, taman, sarana parkir, tempat olahraga dan lain sebagainya
  2. Strategi pengembangan dunia usaha ( business development  strategy )                                                                          Strategi pengembangan dunia usaha merupakan komponen penting dalam pembangunan ekonomi daerah, karena daya tarik, kerativitas atau daya tahan kegiatan ekonomi dunia usaha merupakan cara terbaik untuk menciptakan perekonomian daerah yang sehat. Untuk mencapai tujuan pembangunan fisik tersebut diperlukan alat-alat pendukung antara lain :
    • Penciptaan iklim usaha yang baik bagi dunia usaha, melalui pengaturan dan kebijakan yang memberikan kemudahan bagi dunia usaha dan pada saat yang sama mencegah penurunan kualitas lingkungan.
    • Pembuatan informasi terpadu yang dapat memudahkan masyarakat dan dunia usaha untuk berhubungan dengan aparat pemerintah daerah yang berkaitan dengan perijinan dan informasi rencana pembangunan ekonomi daerah.
    • Pendirian pusat konsultasi dan pengembangan usaha kecil, karena usaha kecil perannya sangat penting sebagai penyerap tenaga kerja dan sebagai sumber dorongan memajukan kewirausahaan.
    • Pembuatan system pemasaran bersama untuk menghindari skala yang tidak ekonomis dalam produksi, dan meningkatkan daya saing terhadap produk impor, seta sikap kooperatif sesama pelaku bisnis.
    • Pembuatan lembaga penelitian dan pengembangan litbang. Lembaga ini diperlukan untuk melakukan kajian tentang pengembangan produk baru, teknologi baru,dan pencarian pasar baru’

 

  1. Strategi pengembangan sumber daya manusia ( human resource development strategy )    

 

  1.                                        Strategi pengembangan sumberdaya manusia merupakan aspek yang paling penting dalam proses pembangunan ekonomi, oleh karena itu pembangunan ekonomi tanpa dibarengi dengan peningkatan kualitas dan ketrampilan sumberdaya manusia adalah suatu keniscayaan. Pengembangan kualitas seumberdaya manusia dapat dilakukan denganca cara :
    • Pelatihan dengan system customized training, yaitu system pelatihan yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan dan harapan sipemberi kerja.
    • Pembuatan bank keahlian (skill banks), sebagai bank informasi yang berisi data tentang keahlian dan latar belakang orang yang menganggur di penciptaan iklim yang mendukung bagi perkembangan lembaga-lembaga pendidikan dan keterampilan di daerah.
    • Pengembangan lembaga pelatihan bagi para penyandang cacat.
  2. Strategi pengembangan masyarakat (community based development strategy)                                                             Strategi pengembangan masyarakat ini merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memberdayakan (empowerment) suatu kelompok masyarakat tertentu pada suatu daerah. Kegiatan-kegiatn ini berkembang baik di Indonesia belakangan ini, karena ternyata kebijakan umum ekonomi yang tidak mampu memberikan manfaat bagi kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Meskipun strategi sudah dilakukan tetapi tetap saja di beberapa daerah pembangunan ekonomi tidak merata yang disebabkan oleh:
    • Wilayah yang terpencil dan terbelakang
    • Rendahnya penyerapan informasi
    • Korupsi terhadap anggaran pembangunan
    • Kurangnya keterkaitan atau peranan pemerintah dengan masyarakat
    • SDM yang kurang berkualitas dan bersifat pilih-pilih

sumber :