TEKNIK BUDIDAYA MELON

TEKNIK BUDIDAYA MELON

TEKNIK BUDIDAYA MELON

 

TEKNIK BUDIDAYA MELON
TEKNIK BUDIDAYA MELON

1. PENGADAAN BENIH

Untuk menanam melon, ketahui dengan baik sumber benihnya terlebih dahulu. Sebaiknya, gunakan benih melon F1 hibrid. Benih yang dibutuhkan sesuai dengan lahan dan 15% untuk penyulaman. Pililah benih yang berasal dari melon sehat dan beroproduksi optimal. Sebelum disemai, rendam benih dalam air hangat yang telah dicampur fungisida berbahan aktif propamokarb hidroloklorida (Previcur N) dengan kosentrasi sesuai petunjuk. Rendam selama 1 – 2 jam, benih yang bagus adalah benih yang tenggelam sedang yang mengapung harap dibuang saja. Tiriskan benih dan letakan benih di atas koran basah dilipat yang rapi. Lalu letakan padat wadah yang tertutup rapat, biarkan selama 2hari.

2. PENYEMAIAN

siapkan media tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 . Masukan dalam polybag dengan tambahan NPK BASS 3-5 butir saja, setelah itu tanam benih kedalam polybag yang berisi tanah, atur bibit kedalam sangkut.

3. PEMELIHARAAN BIBIT

jaga persemain bibit selalu dalam kondisi lembab dan jangan terlalu basah. Siram bibit dipagi hari dan sore.

4. PERSIAPAN LAHAN

Berikut ini tahapan penyiapan untuk tanaman melon :
bersihkan lahan dari sisa sisa tanaman dan sampah.
Bajak lahan sedalam 20 – 30cm hingga gembur, lalu biarkan selama 5 – 7 hari.
Taburkan kapur pertanian bila diperlukan, derajatnya sama dengan Ph tanah Setempat rata – rata 1.5 – 2.5 ton/ha. Dan haluskan bongkahan tanah yang telah jadi bandengan, sebelum pengapuran buatkan bandengan terlebih dahulu dengan panjang 15m dan lebar 70 – 90cm dan tinggi 20cm musim kemarau, 30cm musim hujan lebar parit 60 – 80cm.
Taburkan pupuk dasar berupa :
– pupuk kandang 2ton/ha
– ZA 250kg/ha
– Sp-36 450kg/ha
– KCL 350kg/ha
campur dan taburkan pada bandengan secara merata lalu siram bandengan agar pupuk bereaksi.
Pasang mulsa MPHP pada bandengan jepitkan mengguna bambu dll.

5. PENANAMAN

Penanaman dilakukan setelah umur benih 10-14 hari atau setelah memiliki 2-3 helai daun. Penanaman benih sebaiknya dilakukan sebelum jam 9 pagi dan pada sore hari jam 4 sore
Pembuatan lubang tanam 80 x 80.

6. PEMELIHARAAN

Pemupukan
pemupukan melon dilakukan secara bertahap dan mengikuti fase pertumbuhannya, berikut penjelasannya :
– Pupuk susulan I diberikan pada umur 7 HST berupa NPK BASS dengan kosentrasi 20g/l air.
– Pupuk susulan II diberikan pada umur 14 HST berupa NPK BASS dengan kosentrasi 40g/l air. Dan seterusnya sampai 7 hari sebelum panen.

Pengairan
Penyiraman melon harus dilakukan setiap hari atau 2 hari sekali, penyiraman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak terserang penyakit layu bacteri. Setiap pemupukan susulan sebaiknya genangi air diparit agar melon tidak mengalami kresek daun.

Pengikatan dan Pemangkasan
Setelah tanaman berumur 12 HST dan seterusnya ikatkan pada ajir jangan sampai patah. Pemangkasan untuk melon adalah cabang 1-6 dan 12-25, untuk cabang 7-11 di tinggalkan saja untuk buah. Jika buah sudah sebesar bola kasti, pilihlah satu buah yang bagus dan agak lonjong yang lainnya buang jauh. dan pemangkasan cabang juga dibuang jauh.

Sanitasi lahan
sanitasi lahan dilakukan pada saat gulma mulai tumbuh. Diharapkan lahan selalu bersih agar terhindar dari penyakit.

7. PANEN

pada saat pasca panen jaring buah melon sudah penuh dan aroma bauh sudah mulai terasa di hidung, jangan lupa tinggalkan tangkai pada buah melon seperti huruf T.

Sumber: https://www.tanam.co.id/