Tips Budidaya Lobster Air Tawar

Tips Budidaya Lobster Air Tawar

Tips Budidaya Lobster Air Tawar

Tips Budidaya Lobster Air Tawar
Tips Budidaya Lobster Air Tawar

Berbeda dengan udang galah, lobster bisa dipasarkan baik sebagai udang konsumsi maupun sebagai hiasan akuarium. Itulah sebabnya prospek lobster jauh lebih terbuka dibandingkan dengan komoditas udang lainnya.

Lobster ini dalam waktu singkat menjadi primadona karena bisa dikembangkan di kolam air tawar.

Memilih Induk

Memilih induk lobster ibarat memilih sepasang pengantin yang hendak dipersandingkan di pelaminan. Masing-masing harus matang telur dan tidak boleh keliru menentukan jenis kelaminnya. Tidak boleh dua­-duanya jantan atau dua-duanya betina. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut.

Ciri induk yang berkualitas

Betina

  • Adanya lubang bulat yang terletak yang terletak di dasar kaki ketiga.
  • Capit betina besarnya sama atau hanya 1,5 kali buku (ruas) pertama.
  • Warna lebih gelap dibandingkan pasangannya.
  • Umur 6-8 bulan.
  • Berat mencapai 30 g.
  • Panjang 18 – 20 cm

Jantan

  • Memiliki tonjolan di dasar tangkai kaki jalan kelima.
  • jantan memiliki capit yang besarnya 2-3 kali buku (ruas) pertama.
  • Warna lebih cerah.
  • Umur 6-8 bulan.
  • Berat 30 g.
  • Panjang 18-20 cm.

Pemijahan di Kolam

Tidak seperti pemijahan udang windu ataupun udang galah yang menggunakan teknik ablasi (pematangan gonade dengan membutakan udang), pemijahan lobster air tawar masih dilakukan secara alami. Oleh karenanya, keberhasilan pemijahan lobster ini sangat tergantung pada pemilihan induk, kualitas pakan yang diberikan, dan perlakuan lingkungan.

Konstruksi kolam

umpan ikan mas – Kolam pemeliharaan calon induk yang hendak dipijahkan sebaiknya menggunakan bak semen, bak plastik, ataupun bak fibre. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan. Namun, penggunaan kolam tanah juga tidak dilarang.

Bentuk bak semen atau bak fibre bisa persegi panjang, bulat, ataupun segi empat. Bak dilengkapi pintu pemasukan dan pembuangan air dan shelter (tempat berlindung). Induk jantan dan induk betina harus ditempatkan dalam kolam yang terpisah untuk mencegah terjadinya pemijahan yang tidak dikehendaki.

Selama dipelihara, calon induk diberi pakan udang segar, cacing halus pelet udang komersial, atau ubi jalar dengan kandungan protein 35-40 % Jumlah pakan yang diberikan 3% dari bobot badan hidup. Frekuensi pem berian pakan 3 kali sehari, pagi, Siang dan sore atau malam. Porsi pakan

yang diberikan pada malam hari lebih banyak karma lobster termasuk binatang nocturnal.

Persiapan kolam

Sebelum kolam diisi air, sebaiknya dipasang shelter yang bisa berupa ban mobil bekas, genteng, batako, pralon diameter 3 inci sepanjang 25 cn atau bahan lain yang tidak berbahaya bagi calon induk. Kemudian kolam diisi air dan calon induk dilepaskan. Kepadatan penebaran calon induk

tergantung dari besarnya calon induk yang dipersiapkan. Adapun untuk contohnya dapat dilihat dibawah ini

KEPADATAN PENEBARAN BERDASARKAN BERAT INDUK

1.Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (15 g/ekor)

Kepadatan Penebaran (10ekor/m2)

2.Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (20 g/ekor)

Kepadatan Penebaran (5 ekor/m2)

3.Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (30 g/ekor)

Kepadatan Penebaran ( 1 – 2 ekor/m2)

Pemijahan

Pemijahan lobster air tawar masih dilaksanakan secara alami sehingga pemilik hanya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh induk­induk lobster. Sementara keberhasilan pemijahan sangat tergantung dari ‘kemauan’ induk-induk tersebut untuk memijah.

Pemijahan alami ini dapat dilaksanakan dengan dua jalan, yaitu pasangan dan massal. Pemijahan secara berpasangan dapat dilakukan di akuarium berukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm. Sementara pemijahan secara massal dapat dilaksanakan di bak semen atau bak fibre dengan berukuran 2 m X I M X 1 m atau 6 m x 2 m x I M.

Kepadatan penebaran untuk pemijahan massal yaitu 3 ekor jantan dengan 1 ekor betina untuk setiap 4 m2 bak. Adapun di akuarium seekor jantan dengan seekor betina untuk setiap akuarium. Jangan lupa menam­bahkan aerator ke dalam akuarium.

Jika tidak ada halangan maka induk akan segera memijah dengan ritual pemijahan khan lobster. Induk betina yang telah kawin akan membawa telurnya di antara kaki-kaki renangnya dan merawat benihnya sampai umur tertentu.