Wawasan kebangsaan yang berkembang menjadi pola pikir falsafah pancasila

Wawasan kebangsaan yang berkembang menjadi pola pikir falsafah pancasila

Wawasan kebangsaan harus mampu menjawab tantangan dan peluang yang terbuka dihadapan kita. Untuk menjawab berbagai tantangan yang timbul, bangsa Indonesia menggunakan pendekatan atau sudut pandang, yang akhirnya berkembang menjadi sudut pandang atau pola pikir falsafah pancasila. Sudut pandang tersebut adalah :

v  Monodualistik adalah suatu paham yang menganggap bahwa hakikat sesuatu adalah merupakan dua unsur yang terikat menjadi satu kebulatan. Manusia terdiri dari atas pria dan wanita, kehilangan salah satu unsur, maka eksistensi manusia akan punah. Manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani sebagai satu kesatuan. Dalam memandang manusia menurut paham monodualis, maka :

  1. a)Manusia adalah makhluk tuhan yang mengadakan hubungan serasi antara pencipta dan ciptaan-Nya
  2. b)Manusia terdiri atas unsur jasmani dan rohani yang merupakan kesatuan hak terpisah dan masing-masing unsur memiliki dharmanya sendiri-sendiri
  3. c)Manusia akan mengalami hidup duniawi dan akhirat
  4. d)Manusia merupakan bagian dari masyarakat/bangsanya

v  Monopluralistik adalah paham yang mengakui bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai unsur beraneka ragam, seperti suku, adat dan budaya, agama, namun semuanya terikat menjadi satu-kesatuan

v  Keselarasan adalah keadaan yang menggambarkan suasana yang tertib, teratur, aman, damai, sehingga akan timbul ketentraman lahir dan batin

v  Keserasian adalah keadaan yang menggambarkan terpadunya unsur-unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama

v  Keseimbangan adalah keadaan yang menggambarkan bahwa masing-masing unsur yang terlibat dalam hidup bersama adalah hubungan bersama, diperlakukan sepatutnya

sumber ;

https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/